Selasa, 29 November 2016

Lezatnya Kecap Cap Piring Pecah Yohanes Chandra Yang Menjadi Primadona Dunia


Lezatnya Kecap Cap Piring Pecah Yohanes Chandra Yang  Menjadi Primadona Dunia

Yohanes Chandra Eka tak patah arang saat ia harus kerap gagal membangun sebuah bisnis. Kegagalan demi kegagalan justru menjadi motivasi yang tinggi untuknya. Setelah menyelami banyak ide, ia pun akhirnya terbersit untuk menciptakan sebuah produk yang menjadi kegemaran masyarakat Indonesia. Ya, itulah kecap.
Dimulai dari tahun 1998, Yohanes Chandra Ekajaya membangun sebuah bisnis kecap yang ia beri nama Piring Pecah. Memberanikan diri merintis usaha kecap justru malah menjadi keuntungan bagi lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur. Dari skala rumah tangganya tersebut, bisnisnya pun terus membesar hingga akhirnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat di Indonesia.
Cap Piring menjadi nama brand produknya, dimana nama tersebut didasari saat ia tengah patah hati. Ia pun mengibaratkan hatinya seperti piring pecah. Meski terkesan miris, justru ia malah mendapatkan keuntungan lewat nama tersebut. Yohanes Chandra Ekajaya telah dikenal sebagai seorang pebisnis sukses di Indonesia.
Perjalanan kecap piring pecah pun tak semulus sebelumnya, ia pun sempat digoyang dengani isu lemak babi yang terkandung dalam produknya. Namun, isu tersebut pun akhirnya terkikis seiring waktu, dan ia pun dinyatakan tidak menggunakan bahan lemak babi tersebut. Kini, ia pun terus mendulang kesuksesan karena banyak konsumen beralih mengkonsumsi kecap tersebut. Omset pun akhirnya melonjak sekitar 200 % pada saat itu dan imej halal telah melekat pada kecap piring pecah.
Cita rasanya yang istimewa menjadi tawaran utama dari produk kecap piring pecah. Yohanes ChandraEkajaya pun mengaku terus menjaga kualitas produk agar dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.  Beberapa strategi promosi digunakan untuk menyentuh target pasar dan konsumen. Sebagai upaya menjaga kualitas produk tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya selektif dalam memilih bahan baku kedelai untuk membuat kecap.
Kini, omzetnya pun mencapai hingga ratusan juta rupiah untuk setiap bulannya, dimana untuk harga sebotol kecap dibanderol dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 35000. Ia pun menawarkan kecap piring pecah dengan aneka kemasan. Ia pun berbagi tips bahwa jika ingin sukses berbisnis haruslah menggunakan strategi 4P yaitu Produk, Price, Promotion, dan Placement. Kini, kecap piring pecah telah dikenal di seluruh Indonesia, dan berniat akan memasuki pasar global untuk bersaing dengan produk-produk kecap lainnya.


EmoticonEmoticon