Kamis, 24 November 2016

Yohanes Chandra Ajak Para Pekerja Jadi Sociotraveler


Bagi Yohanes ChandraEka, bisnis tak harus melalu  terkait tentang uang semata. Sembari melakoni kegiatan berbisnis, kontribusi sosial pun dapat diberikan. Prinsip tersebut yang diyakini oleh Yohanes Chandra Eka dalam melakoni bisnis travel dan event organizer miliknya yang diberi nama RUN. Tak seperti jasa perjalanan lainnnya, RUN justru menawarkan jasa perjalanan dan mengajak para pelanggan untuk berkontribusi sosial dalam layanannya.
Yohanes Chandra Ekajaya
Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan salah satu penawaran perjalanannya adalah seperti paket Dieng Cultre Festival yang kemudian justru mengajaka para pelanggannya untuk melakukan kegiatan sosial berupa jaga lingkungan. Meski terbilang unik, YohanesChandra Ekajaya pun juga kerap melakukan promosi paket perjalanannya di berbagai media sosial.
Terbilang sukses, YohanesChandra Ekajaya yang dikenal sebagai pebisnis pun memanfaatkan bisnis agar dapat mengedukasi para konsumennya. Ia pun menggandeng berbagai komunitas untuk mendirikan RUN, dimana Yohanes Chandra Ekajaya berbagi tugas: komsep perjalanan, media, fotografi, teknologi informasi, dan keuangan.
Yohanes Chandra Ekajaya
Kepada para pelanggannya, ia mempopulerkan bahwa RUN dan para pelanggannya adalah seorang sociotraveler yang menggunakan aktivitas piknik sebagai sebuah gerakan sosial dan lingkungan. Secara konsep, RUN menggunakan konsep backpacker namun ditambah dengan pelayanan yang lebih kuat. Target pasarnya pun adalah para karyawan di beberapa perusahaan. Sebelumnya, pihak RUN pun juga melakukan tahap perijinan dan survei lokasi di sekitar tujuan wisata.
Selama ini kisaran peserta dalam setiap perjalanan pun cukup bervariasi, yaitu sekitar 10-70 orang. Dnegan jumlah peserta yang variatif, otomatis pendapatan setiap perjalanan pun beragam yaitu antara 15 hingga 100 juta rupiah. Ke depan YohanesChandra akan menggarap corporate gathering, study tour, dan family gathering lewat RUN.


EmoticonEmoticon