Senin, 09 Januari 2017

Yohanes Chandra Ekajaya Mengulik Minat Baca Masyarakat Indonesia

YohanesChandra Ekajaya memiliki pandangan tersendiri tentag masyarakat Indonesia. Hal yang paling membuat di prihatin adalah tentang minat baca masyarakat Indonesia. Minat baca masyarakat Indonesia sendiri bisa dikatakan sangat memprihatinkan. Berdasarkan studi Most Littered Nation in the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 silam, Indonesia berada pada tingkat ke-60 dari 61 negara soal minat baca masyarakatnya.

Hal ini di kuatkan dengan anggapan oleh mantan menteri Pendidikan Anis Baswedan yang mengatakan bahwa indikator sukses tumbuh minat baca masyarakat tidak hanya dari berapa banyak jumlah perpustakaan yang tersedia di lingkungan mereka.

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya yang wajib pertama dilakukan untuk menumbuhkan minat baca dimulai dari anak-anak. Biasakan anak-anak untuk diajarkan membaca sampai kebiasaan itu melekat dan menjadikan sebuah karakter yang melekat dalam diri dan nantinya hal itu akan menjadi sebuah tradisi yang sudah melekat.

“Budaya membaca hadir karena ada kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca ada jika ada rencana membaca secara rutin.” Ujar Yohanes Chandra Ekajaya.


Yohanes Ekajaya Chandra melanjutkan, selain membuat program, harus ada sebuah gerakan atau movement untuk menumbuhkan minat baca. Cara ini terbukti lebih cepat dan efektif dibanding program. Jika gerakan itu sudah menular makan tidak akan bisa dihentikan, sebab menularnya bukan karena perintah, dana, atau program tetapi karena memang tertular.

Pebisnisdan Pengusaha Yohanes Ekajaya Chandra itu menyarankan agar tidak menggunakan pendekatan program untuk menumbuhkan minat baca tetapi dengan sebuah gerakan nyata turun ke lapangan langsung. Karena jika melakukan pendekatan dengan program maka semuanya akan bergantung pada penyelenggara dan dikhawatirkan tidak sampai turun di lapangan. Hal seperti ini tentu berbeda apabila dibandingkan dengan membuat sebuah gerakan nyata, yang lebih efektif dan real dengan situasi dan kondisi yang ada.


Mungkin hal semacam inilah yang mampu meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Walaupun pada ujungnya masyarakat lah yang harus memilih untuk tetap stagnan dengan keadaan mereka seperti itu atau ingin berubah dan menambah wawasan mereka membuka jendela dunia dengan buku dan membaca. Pembuat kebijakan hanya bisa berbuat semaksimal mungkin dengan program yang mereka rancang.


EmoticonEmoticon