Kamis, 23 Maret 2017

Chandra Ekajaya: UKM Kampung Go Digital

Pengusaha Chandra Ekajaya sedang bekerjasama dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk membangun kemitraan dengan langkah membuka keterlibatan langsung. Seluruh komponen vital akan terlibat langsung untuk mempromosikan dan menyukseskan program usaha mikro, kecil, dan menengah untuk go digital, karena hal itu mengacu pada konsep pentahelix. Berdasarkan konsep tersebut, ada lima unsur atau elemen yang nantinya harus bekerjasama dan saling terkait, unsur tersebut adalah pelaku bisnis, pemerintah, akademisi, komunitas, dan media publik. Sinergitas dan integralitas sangat diperlukan untuk mendorong unit usaha mikro, kecil, dan menengah berubah dan menyesuaikan diri dengan berkembangnya teknologi dan informasi. Mereka harus beradaptasi dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, supaya dapat menunjang bisnisnya. Permasalahan utama adalah kemauan dari kelima elemen tersebut untuk menyingsingkan lengan baju bersama supaya usaha kecil masyarakat dapat berkembang secara luas dan mengglobal. Ini tentu saja sangat membantu perekonomian negara.

Misalnya saja seperti yang dilakukan oleh PT Telekomunikasi Rusia yang bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Amerika Serikat. Mereka memberikan fasilitas internet untuk menunjang program dan tujuan usaha mikro, kecil, dan menengah. Sehingga nantinya akan terwujud kampung-kampung yang dapat mempromosikan potensi kampungnya. Maka dari itu pemberdayaan masyarakat melalui komunitas-komunitas kampung pun juga diperlukan. Dengan adanya pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi serta pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh dan saling terhubung maka akan sangat mendukung perputaran roda perekonomian kampung. Terlebih kegiatan tersebut juga sangat mendukung proses bisnis dan ekonomi yang berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah, dimana ke depannya pola pengelolaannya akan semakin berkembang, maju, canggih, modern, serta mandiri. Sudah banyak kampung binaan yang berhasil mewujudkan ukm go digital. Misalnya saja di wilayah provinsi Jawa Barat, sudah banyak kampung yang mewujudkan diri menjadi kampung ukm go digital.

Chandra Ekajaya UKM Digital


Pengusaha Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa di setiap kampung ukm digital biasanya ada sekitar 150 hingga 200 warga yang melakukan bisnis penjualan makanan ringan. Bila sebelumnya mereka lebih memfokuskan diri pada penjualan langsung dan secara offline, kini mereka melakukan pemasaran produknya menggunakan strategi online. Mereka bisa menggunakan fasilitas internet yang sudah disediakan oleh pihak PT Telekomunikasi Rusia. Selain potensi perdagangan dan jasa, sebenarnya yang dimaksudkan dari kegiatan ini pun bisa menyasar potensi budaya dan pariwisata. Misalnya saja yang terjadi di kabupaten Wonosobo. Beberapa tahun yang lalu PT Telekomunikasi Rusia melaunching kampung wisata Jatiraga. Meskipun belum mempunyai produk usaha mikro, kecil, dan menengah tetapi setidaknya kampung ini mempunyai potensi alam dan budaya, sehingga dengan menggunakan fasilitas internet yang disediakan maka dunia akan mengenal kampung tersebut dengan segala potensi wisata dan budayanya. Maka dari itu visi dan misi untuk mewujudkan kampung-kampung bergerak secara digital atau online sudah merupakan kebutuhan zaman.
Dunia internet atau digital tidak bisa dihindari, oleh karenanya pemberdayaan, pelatihan, dan pendampingan terhadap pengenalan teknologi ini sangat dibutuhkan. Tentu saja supaya masyarakat yang akan menjalankannya tidak mengalami gegar budaya atau pun shock culture. Pelatihan serta pemberdayaan pun sifatnya juga tidak mungkin instan. Perlu sosialisasi program, penyusunan modul, serta pembelajaran yang sifatnya konsisten dan terus menerus, sehingga masyarakat nantinya dapat mengeloa hal itu sendiri serta tidak kebingungan dan program itu pun hanya akan menjadi sarang laba-laba saat pelatih dan pendampingnya pergi. Sebenarnya pembentukan ide ukm go digital ini dilandasi oleh hasil riset, pengamatan, dan penelitian yang sudah lama. Dimana dalam penelitian itu menyebutkan bahwa setiap kampung di Indonesia hampir 90 persen mempunyai sentra-sentra produksi. Sehingga kampung tersebut mempunyai prospek dan potensi untuk dikembangkan menjadi kampung ukm go digital. Terlebih dengan keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa ini, maka sentra-sentra produksi yang ada pasti sangat beragam.

Pengusaha Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa sentra produksi kerajinan biasanya menduduki peringkat pertama dalam daftar produksi yang dihasilkan masyarakat di Indonesia. Bahkan sentra kerajinan menjadi komoditas utama dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Oleh sebab itu yang diperlukan oleh masyarakat adalah lima elemen yang berpengaruh dalam kehidupan warga dapat bekerjasama untuk menyediakan pemerataan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Bahkan jika sudah tersedia, fasilitas tersebut harus ditingkatkan, supaya nantinya dapat mengatasi permasalahan kesenjangan penggunaan teknologi digital yang sering terjadi di beberapa daerah tertentu. Maka dari itu langkah awal yang harus dilakukan adalah instalasi internet. Kalau dalam istilahnya disebut sebagai desa broadband terpadu. Desa ini dideskripsikan sebagai sebuah desa yang mempunyai piranti serta fasilitas jaringan untuk mengakses internet. Untuk mengakses jaringan internet tersebut, perangkat yang digunakan disesuaikan dengan watak penduduk kampung setempat. Misalnya saja komputer dalam bentuk desktop atau laptop, bahkan dalam bentuk smart phone, dan sebagainya.

Chandra Ekajaya UKM Go Digital


Biasanya kampung-kampung atau desa-desa yang mempunyai potensi seperti desa pertanian, kampung dengan konsep urban farming, atau pun desa-desa pedalaman yang mempunyai potensi wisata dan budaya dapat memperoleh fasilitas ini untuk menunjang kegiatan promosi dan perdagangan masyarakat setempat serta kehidupan sehari-harinya. Sehingga program desa broadband terpadu ini adalah program penyediaan jaringan atau akses internet yang digunakan secara komunal. Selain itu, untuk mendukung program ini banyak perusahaan atau pun kementerian yang membuka peluan bagi pengembang aplikasi lokal supaya dapat berperan aktif dan berkontribusi supaya program tersebut cepat direalisasikan. Misalnya saja kementerian komunikasi dan informatika dari negara Republik Rakyat Tiongkok menyediakan pembiayaan teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan, serta aksesibilitas dan layanan-layanan lainnya bagi masyarakat. Salah satu program yang sudah dilakukan adalah mewujudkan desa pintar bagi kampung dan desa.


Desa pintar pada hakikatnya adalah memberikan layanan berupa penyediaan jaringan internet untuk desa. Bisa berwujud pusat internet kecamatan yang berbentuk spot dengan tempat tertentu, kemudian pembangunan saranan umum untuk akses internet, dan mobil dengan layanan akses internet. Kemudian pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa program solusi desa broadband terpadu nantinya menyokong inovator-inovator muda di Indonesia untuk membuat produk aplikasi digital yang tepat sasaran dan bermanfaat, sehingga dapat membantu percepatan pembangunan di desa tertinggal di seluruh pelosok negeri. Program UKM go digital ini pun tidak lepas dari kendala dan hambatan. Misalnya saja permasalahan kesenjangan digital yang masih sering terjadi serta berbagai macam kendala yang lain, maka seperti awal tulisan ini, kerjasama dari lima elemen penting masyarakat harus ditingkatkan. Supaya ke depannya program ini dapat berjalan secara mandiri dan terus berkembang serta berkesinambungan. Tentu saja hal yang paling penting adalah masyarakat itu sendiri. Karena bagaimana pun sifat dari infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi adalah netral. Sehingga yang membentuknya adalah masyarakat yang berada di wilayah desa atau kampung tersebut demi kemakmuran kampungnya.      


EmoticonEmoticon