Rabu, 19 April 2017

Perempuan Bersatu Dan Bangkit!

Penyakit, kesedihan, kelaparan, dan kekerasan, serta bencana alam menjadi suguhan sehari-hari masyarakat modern saat ini. Bahkan kekeringan dan bencana alam pun menyebabkan puluhan juta manusia, baik laki-laki maupun perempuan, orang dewasa maupun anak-anak terkena kelaparan yang dahsyat. Penyakit HIV/AIDS pun melumpuhkan berbagai macam bangsa di dunia. Malaria, Ebola, dan virus lainnya juga berbahaya bagi peradaban.

Akhirnya banyak manusia yang berbondong-bondong yang meninggalkan daerah-daerah tersebut. Mereka mengungsi ke wilayah yang dirasa aman. Sayangnya banyak negara yang menampung dan mengurus pengungsi kewalahan. Hal itu sangat wajar karena banyak bangsa yang berbeda mengungsi di satu negara, sehingga pemerintah tidak mampu menyediakan tempat dan kondisi yang layak untuk hunian.

Dok.Chandra Ekajaya

Perang, penyakit, dan berbagai macam bencana sosial yang sebenarnya diakibatkan oleh manusia itu sendiri kini menjadi penggali kubur bagi manusianya. Banyak wanita dan anak-anak yang mengalami penderitaan lebih berat. Wanita, terutama yang sudah menjadi ibu akan merelakan apa saja untuk keselamatan dan kehidupan anaknya.

Sayangnya, di tempat evakuasi dan pengungsian itu pun masih banyak kejadian yang memperlihatkan bahwa perempuan didiskriminasi sedemikian rupa. Seharusnya posisi perempuan lebih diistimewakan, karena merekalah yang dapat mendidik anak-anaknya supaya kondisi seperti ini tidak terjadi di masa mendatang. Tidak jarang perempuan-perempuan di Afrika dan Timur Tengah dibatasi hingga sedemikian rupa.


Mungkin bagi para penganut sistem patriarki, perempuan adalah makhluk yang sangat berbahaya. Terlebih jika bisa menjadi perempuan yang cerdas dan bijaksana. Maka peradaban seolah-olah terancam. Padahal memang perempuanlah yang dapat mengatasi kondisi itu. Karena masa depan generasi mendatang berada di tangan mereka. Selain itu naluri momong dan keibuan sangat dibutuhkan di era peradaban yang sangat maskulin seperti saat ini.


EmoticonEmoticon