Rabu, 19 April 2017

Sejarah Pengusaha Di Indonesia

Pada masa kecil dahulu, ibu selalu mendongengkan kisah sebelum tidur. Dongeng tersebut menyatakan bahwa ada sebuah sejarah imperium raksasa yang bernama Nuswantara. Wilayah imperium tersebut meliputi daratan, lautan, udara, dan bahkan luar angkasa. Dari pengantar tersebut sudah tergambarkan bagaimana canggihnya perkembangan teknologi dan informasi imperium itu. Tetapi karena ada sebuah bencana besar yang melanda imperium itu, maka segala teknologi canggih yang pernah diciptakan menghilang. Kemudian seluruh anak cucu generasi penerus peradaban tersebut mengalami hilang ingatan atau amnesia massal. Karena kejadian inilah kemudian imperium besar itu tercerai berai dan terpecah belah menjadi suku-suku yang saling berperang dan berebut pengaruh serta wilayah.

Bahkan, karena hidup dalam ketidak tahuan akan sejarah dan leluhurnya, suku-suku bangsa yang terpecah ini mudah terjajah dan dikuasai oleh bangsa lainnya. Maka mulai terjadi kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh kerajaan asing, perusahaan asing, dan negara asing. Dikatakan bahwa lebih dari selama 350 tahun bangsa ini dikuasai bangsa lainnya.

Dengan sumber daya alam yang melimpah ruah. Sumber daya manusianya pun sangat banyak. Diapit oleh dua benua, yaitu Australia dan Asia, serta berada diantara dua samudera raksasa, yaitu samudera Hindia dan samudera Pasifik. Maka kerajaan-kerajaan yang berada di wilayah Asia Tenggara ini menjadi sasaran empuk bagi negara dan bangsa lainnya.

Pada permulaan abad ke-19, mulai muncul organisasi-organisasi yang bersifat kedaerahan yang fokus gerakannya lebih kepada pendidikan. Mulai dari pendidikan itulah bermunculan putra-putra bangsa yang mempunyai semangat untuk mempersatukan wilayah inti bekas imperium Nuswantara menjadi suatu wadah yang baru. Berbagai nama muncul dan tenggelam bak buih di lautan waktu yang luas dan tak terbatas ini.

Dok.Chandra Ekajaya

Masyarakat mungkin kurang mengenal tokoh yang bernama Tirto Adhi Soerjo atau pun Marco Kartodikromo. Kedua orang tersebut mempunyai andil terhadap kondisi ekonomi dan politik bangsa ini. Pertama, Tirto Adhi Soerjo adalah seorang wartawan sekaligus pendiri surat kabar pribumi pertama di wilayah yang saat itu bernama Hindia Belanda. Surat kabar itu bernama Medan Prijaji. Jadi bisa dikatakan bahwa iklim kapitalisme sudah merasuk ke bangsa ini.

Dimana muncul seorang pengusaha, pasti akan selalu ada anti tesisnya. Di titik inilah peran Marco Kartodikromo. Ia adalah murid Tirto Adhi Soerjo. Berasal dari kelas rendah, buruh, atau rakyat jelata, ia gigih bekerja keras untuk menjadi seorang penerbit. Dirinya berhasil menjadi seorang pengusaha, dan menjadi seorang borjuis kecil.

Peran Tirto Adhi Soerjo tidak berhenti di situ saja. Ia mendirikan organisasi yang menggabungkan unsur ekonomi dengan agama, yaitu Sarikat Dagang Islam bersama seorang pengusaha batik dari Surakarta. Karena berhasil mengombinasikan ekonomi dengan agama, serta politik, Sarikat Dagang Islam kemudian bertranformasi menjadi Sarikat Islam dan menjadi organisasi terbesar di wilayah Asia Tenggara.

Dari organisasi terbesar ini kemudian muncul seorang tokoh yang bernama Tjokroaminoto. Meskipun bukan berasal dari kalangan pengusaha, tetapi ia mendapatkan gelar sebagai Raja Jawa yang Tak Bermahkota. Dalam artian, memang tokoh satu ini mempunyai pengaruh dan kekuasaan setara dengan seorang raja. Ia sudah masuk ke dalam jajaran darah biru, atau bangsawan.

Tjokroaminoto pun dikenal sebagai seorang orator sekaligus presenter yang ulung. Maka tidak heran jika dengan kata-katanya saja banyak orang yang melaksanakan perintahnya. Baginya kata-kata adalah senjata. Dan kata-kata merupakan piranti markering yang sangat masif.

Tetapi peran besar tokoh besar ini adalah sebagai guru bangsa. Ia mempunyai tiga orang siswa yang bernama Soekarno, Moeso, dan Kartosoewirjo. Nantinya, salah satu anak didiknya mengemban amanah yang luar biasa besar. Ia bersama dengan putra-putra bangsa pilihan kemudian melakukan revolusi dan membentuk sebuah negara yang wilayahnya merupakan bekas-bekas kerajaan yang pernah tergabung dalam imperium raksasa bernama Nuswantara. Siswa itu nantinya lebih dikenal dengan sebutan putra sang fajar, yaitu Soekarno.

Ir. Soekarno mempersatukan organisasi-organisasi, kerajaan-kerajaan, dan perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Hindia Belanda. Setelah itu mendeklarasikan kemerdekaan wilayah yang dulu dikuasai oleh kerajaan Belanda ini dengan nama Indonesia. Terkait dengan ekonomi dan pengusaha, presiden pertama ini melakukan nasionalisasi aset besar-besaran dan secara keseluruhan. Ia berharap dengan melakukan nasionalisasi maka pengusaha-pengusaha yang berasal dari Indonesia dapat tumbuh dan berkembang serta dapat berkompetisi di dunia internasional. Harapan itu tentunya untuk mendukung program kerjanya, yakni berdikari (berdiri di kaki sendiri) dalam bidang ekonomi.

Pada masa pemerintahan Soekarno, dunia sedang dilanda perang dingin yang besar. Perang dingin itu terjadi antara Amerika Serikat sebagai blok barat yang merupakan simbol kapitalisme dengan Uni Soviet sebagai blok timur yang merupakan simbol komunisme. Tentu saja hal ini menyebabkan pengusaha Indonesia bingung untuk menentukan pilihan.

Saat itu negara Indonesia menentukan pilihan dengan mendirikan gerakan non blok yang kemudian memunculkan Konferensi Asia Afrika yang sangat legendaris. Tetapi perang dingin di dunia internasional tidak bisa terhindarkan, akhirnya kapitalisme menjadi pemenang. Hal ini sangat mempengaruhi dan menimbulkan gejolak politik serta ekonomi di seluruh negara, termasuk Indonesia.

Setelah pemerintahan Indonesia digantikan oleh Presiden Soeharto, kapitalisme mulai menjadi pijakan dasar sistem perekonomian. Karena itu pengusaha Indonesia mempunyai kekebebasan yang lebih besar bila dibandingkan orde sebelumnya. Kemudian investasi dari dan ke dunia internasional semakin dibuka lebar. Maka tidak heran jika banyak pengusaha atau pun negara yang berinvestasi ke Indonesia.
Salah satu investasi yang sangat terlihat adalah pada industri otomotif, terutama kendaraan pribadi mobil dan motor. Beberapa perusahaan dari Jepang berinvestasi di bidang perbaikan jalan dan bahan bakar. Setelah segala infrastruktur mendukung, maka para pengusaha yang berasal dari Jepang ini kemudian memasarkan produk-produk otomotifnya ke Indonesia. Sehingga sangat wajar jika pangsa pasar otomotif di negara ini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan negeri sakura.

Dengan adanya iklim investasi yang baik, maka roda perekonomian Indonesia bergerak dengan sangat cepat dan dinamis. Keadaan ini sangat menguntungkan, karena telah menciptakan pengusaha-pengusaha kecil yang jumlah dan kualitasnya sangat tinggi. Selain berfungsi dan berperan dalam penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, para pengusaha ini juga membuka segmen pasar yang lebih luas untuk penjualan produk-produk yang berasal dari Indonesia.

Para pengusaha saat ini mempunyai andil dan peran besar terhadap pembangunan bangsa. Sebab di tangan merekalah industri ekonomi kreatif bermunculan. Bahkan kini dengan program keadilan sosial yang lebih dikenal dengan csr, membuat para pengusaha menyatu dengan masyarakat di sekitarnya.

Pengusaha kini menjadi agen pembangunan nasional. Sebab melihat deru peradaban yang semakin menerjang, maka pondasi ekonomi Indonesia harus lebih kuat. Di tangan para pengusaha inilah masa depan ekonomi bisa terbaca. Sebab, bila ingin negara ini menjadi mercusuar dunia maka ekonomi adalah tawaran utama bagi dunia internasional.
  


EmoticonEmoticon