Kamis, 27 April 2017

Michelle E. Sujaputra Si Cantik yang Tak Jago Masak Tapi Sukses Berkat Bisnis Kuliner

Banyak orang beranggapan bahwa seorang pemilik restoran haruslah pintar memasak. Statemen tersebut memang seperti berada dalam pikiran setiap seorang yang menekuni bisnis. Hal itu memang wajar karena banyak pengusaha kaya dunia pun lahir dari kemampuan atau skill nya dalam bidang tersebut. Sebut saja Bill Gates hingga Steve Jobs pun lahir dari kepakarannya dalam menciptakan informasi dan teknologi paling mutakhir. Nah, anggapan tersebut pun akhirnya dikultuskan sekaligus menjadi momok bagi para orang yang ingin membangun sebuah usaha. Cerita menarik itu pun lahir dari seorang pemiliki restoran yang ternyata tak jago masak. Ya, itulah Michelle E. Sujaputra seorang lulusan New York University, Amerika Serikat ini merajut mimpinya sebagai pengusaha restoran yang kini tengah ramai di kalangan anak muda maupun kalangan anak-anak. Meski ia mengaku tak pintar memasak, kini ia pun berhasil membangun outlet restorannya yang bernama Chick n Roll di mal-mal premium di tanah air. 
Selepas berhasil merampungkan tugas akademiknya Michelle E. Sujaputra di usia 23 tahun, perempuan cantik ini pun memberanikan diri untuk terjun ke bisnis restora. Tepat di tahun 2016, ia pun kemudian membuka sebuah bisnis dengan Chik n Roll. Konsepnya memang berbeda dengan ayam goreng korea. Berkat kejeliannya memetakan pasar dan menciptakan brand bisnis yang tepat, ia pun berhasil mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Dok.Chandra Ekajaya


Hadir dengan varian menu yang sangat variatif, Chik N Roll pun kini memiliki sekitar 6 pilihan saus yang dapat dinikmati antara lain Thai Garlic, Spicy Madagascar, American BBQ, Hawaiian Mustard, Brazilian Honey, dan Mandarin Flare. Pilihan saus tersebut memiliki rasa yang sangat variatif, dimana mulai dari rasa pedas, manis, asin, dan asam pun menjadi tawaran tersendiri yang diberikan kepada para konsumen ujar Michelle E. Sujaputra.

Lokasi dari resto ini pun tersedia di berbagai tempat seperti Nagoya Hill, Mega Mall Manado,Tenku Umar Bali, Mega Mall Batam, dan sebagainya. Michelle pun optimis bahwa industri food & beverage masih sangat menjanjikan dibuka di tanah air. Pasarnya semakin hari daya beli masyarakat pun semakin membaik dan terus berekspansi baik di dalam maupun luar negeri. Keberhasilan bisnis ini pun tak hanya ditorehkan olehnya saja, beberapa pengusaha seperti Saptuari, Hamzah Immanulhaq, dan Chandra Ekajaya (Q Pizza) menjadi salah satu ikon bisnis lain yang sukses berkat bisnis kuliner.
Read More

Kamis, 20 April 2017

Pop-up Anis Bangkit setelah Merugi dan Tertipu

Gigih, yakin, dan pantang menyerah, itu kunci ke suksesan dara kelahiran 16 Maret 1990. Kini, Anis memiliki mini galery pribadi di Jalan Angkasa RT 05 RW 20 Kelurahan Gulon, Kecamatan Jebres yang dijadikan rumah produksi. Di bagian depan ruangan, terpampang puluhan karya pop-up hasil karya Anis bersama teman-temannya yakni Hanik Farida, Dewi Kusuma, dan Halimah. Di ruang belakang, dijadikan mereka tempat menggarap pesanan pelanggan.

"Sebelum punya ini (mini galery, Red), semua pesanan pop-up dikerjakan di rumah. Baru pada 2016, saya mengontrak tempat ini dan mengajak teman- teman lainnya yang basicnya juga perajin dan punya keinginan kuat belajar," terang warga Kelurahan Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Memutuskan menjadi perajin, kata Anis, setelah dirinya mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan kondisi kesehatannya menurun. Dia kemudian memutuskan mundur dari posisinya sebagai staf konsultan psikolog dan asisten dosen "Sebenarnya dulu pekerjaan ini (membuat pop-up,Red) hanya sambilan di rumah. Tapi sekarang fokus menjadi perajin," jelas dia.

Karena sudah memiliki tempat usaha dan rekan-rekan yang membantunya, Anis berani me-branding karyanya dengan nama Biji Kacang Craft. "Konsepnya seperti perkebunan. Kita-kita ini ibarat petani. Kalau pembeli itu pemetik. Kalau sudah ada proses jual beli, kita namakan panen," kelakarnya. Sebelum membuat pop-up, Anis menekuni kerajinan membuat tas dan baju anak. Namun, karena tidak memiliki basic penjahit, dia malah merugi Rp 2 juta. Rupanya, kendala itu malah menjadi penyemangat. Dia mencari cara menjadi pengusaha sukses.

Dok.Chandra Ekajaya

"Ketemu pop-up juga tidak sengaja. Tadinya saya mau memberikan kado teman yang menikah. Karena saya bisa menggambar, iseng gambar. Tapi kok kurang manteb kalau cuma digambar. Akhirnya saya cari-cari ketemulah pop-up ini," ujar dia. Mendapat kado istimewa dari Anis, rekannya menguploadnya ke media sosial. Tak disangka, banyak yang merespons dan tertarik untuk memiliki. Dari situ, mulai berdatangan pesanan pop-up untuk kado ulang tahun, hadiah wisuda, hingga mahar pernikahan.

Ujian kembali datang. Beberapa pembeli tidak mengambil pop-up yang dengan susah payah dibuat Anis. Ini membuatnya merugi. "Ada juga yang belum bayar sudah diambil (hasil kerajinan, Red). Ketika ditagih susah dihubungi, ya sudah saya ikhlas saja," urainya. Dari pengalaman itu, Anis selalu meminta bayaran di awal. Sekaligus menjaga proses produksi lancar dengan cepat. "Ya bukannya apa-apa. Karena masih usaha kecil, jadi butuh uang dulu buat beli ini itu (bahan kerajinan, Red). Ya untuk operasional," ungkap Anis.

Melayani permintaan pembeli pop-up cukup rumit. Kali pertama, Anis harus mengetahui konsep yang diinginkan konsumen. Setelah itu, mendesainnya untuk dikirimkan ke pembeli. Setiap konsumen memiliki kesempatan dua kali revisi. Setelah fix, desain dicetak dan dipotong sesuai pola. Pola-pola tersebut dirangkai menggunakan Styrofoam sebagai ganjal dan menciptakan efek timbul alias tiga dimensi. Selain Kota Solo, produk pop-up Anis sudah terjual ke Aceh, Sulawesi, Kalimantan, Jogja, Jakarta, hingga Papua.

Media yang digunakan tidak melulu pigura. Toples kerupuk, tempat selai, hingga kayu bisa menjadi wadah mengekspresikan karyanya. "Bahan baku kayu beli di perajin daerah Sukoharjo. Lainnya di toko-toko di Solo juga banyak," tutur Anis. Pop-up hasil karya Anis dibanderol Rp 50 ribu hingga 2,5 juta. Menyesuaikan ukuran serta kerumitan konsep. Harga tersebut sebanding dengan kualitas. "Saya ingin mengedukasi masyarakat bahwa kerajinan itu bukan perkara mudah, ada proses-proses yang harus dijalani dan memiliki harga sendiri. Kalau saya pasang harga murah, berarti yang menghargai rekan-rekan saya murah," papar dia. Saat ini, dalam sebulan, Anis bisa merampungkan minimal 25 pesanan pop-up. Omzet yang dikantongi sekitar Rp 8 juta. "Kalau laba bersih, ya setengahnya. Sisanya modal beli kayu, belum lagi buat bayar sewa dan kebutuhan-kebutuhan lainnya," terang dia. 
Read More

Rabu, 19 April 2017

Sejarah Pengusaha Di Indonesia

Pada masa kecil dahulu, ibu selalu mendongengkan kisah sebelum tidur. Dongeng tersebut menyatakan bahwa ada sebuah sejarah imperium raksasa yang bernama Nuswantara. Wilayah imperium tersebut meliputi daratan, lautan, udara, dan bahkan luar angkasa. Dari pengantar tersebut sudah tergambarkan bagaimana canggihnya perkembangan teknologi dan informasi imperium itu. Tetapi karena ada sebuah bencana besar yang melanda imperium itu, maka segala teknologi canggih yang pernah diciptakan menghilang. Kemudian seluruh anak cucu generasi penerus peradaban tersebut mengalami hilang ingatan atau amnesia massal. Karena kejadian inilah kemudian imperium besar itu tercerai berai dan terpecah belah menjadi suku-suku yang saling berperang dan berebut pengaruh serta wilayah.

Bahkan, karena hidup dalam ketidak tahuan akan sejarah dan leluhurnya, suku-suku bangsa yang terpecah ini mudah terjajah dan dikuasai oleh bangsa lainnya. Maka mulai terjadi kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh kerajaan asing, perusahaan asing, dan negara asing. Dikatakan bahwa lebih dari selama 350 tahun bangsa ini dikuasai bangsa lainnya.

Dengan sumber daya alam yang melimpah ruah. Sumber daya manusianya pun sangat banyak. Diapit oleh dua benua, yaitu Australia dan Asia, serta berada diantara dua samudera raksasa, yaitu samudera Hindia dan samudera Pasifik. Maka kerajaan-kerajaan yang berada di wilayah Asia Tenggara ini menjadi sasaran empuk bagi negara dan bangsa lainnya.

Pada permulaan abad ke-19, mulai muncul organisasi-organisasi yang bersifat kedaerahan yang fokus gerakannya lebih kepada pendidikan. Mulai dari pendidikan itulah bermunculan putra-putra bangsa yang mempunyai semangat untuk mempersatukan wilayah inti bekas imperium Nuswantara menjadi suatu wadah yang baru. Berbagai nama muncul dan tenggelam bak buih di lautan waktu yang luas dan tak terbatas ini.

Dok.Chandra Ekajaya

Masyarakat mungkin kurang mengenal tokoh yang bernama Tirto Adhi Soerjo atau pun Marco Kartodikromo. Kedua orang tersebut mempunyai andil terhadap kondisi ekonomi dan politik bangsa ini. Pertama, Tirto Adhi Soerjo adalah seorang wartawan sekaligus pendiri surat kabar pribumi pertama di wilayah yang saat itu bernama Hindia Belanda. Surat kabar itu bernama Medan Prijaji. Jadi bisa dikatakan bahwa iklim kapitalisme sudah merasuk ke bangsa ini.

Dimana muncul seorang pengusaha, pasti akan selalu ada anti tesisnya. Di titik inilah peran Marco Kartodikromo. Ia adalah murid Tirto Adhi Soerjo. Berasal dari kelas rendah, buruh, atau rakyat jelata, ia gigih bekerja keras untuk menjadi seorang penerbit. Dirinya berhasil menjadi seorang pengusaha, dan menjadi seorang borjuis kecil.

Peran Tirto Adhi Soerjo tidak berhenti di situ saja. Ia mendirikan organisasi yang menggabungkan unsur ekonomi dengan agama, yaitu Sarikat Dagang Islam bersama seorang pengusaha batik dari Surakarta. Karena berhasil mengombinasikan ekonomi dengan agama, serta politik, Sarikat Dagang Islam kemudian bertranformasi menjadi Sarikat Islam dan menjadi organisasi terbesar di wilayah Asia Tenggara.

Dari organisasi terbesar ini kemudian muncul seorang tokoh yang bernama Tjokroaminoto. Meskipun bukan berasal dari kalangan pengusaha, tetapi ia mendapatkan gelar sebagai Raja Jawa yang Tak Bermahkota. Dalam artian, memang tokoh satu ini mempunyai pengaruh dan kekuasaan setara dengan seorang raja. Ia sudah masuk ke dalam jajaran darah biru, atau bangsawan.

Tjokroaminoto pun dikenal sebagai seorang orator sekaligus presenter yang ulung. Maka tidak heran jika dengan kata-katanya saja banyak orang yang melaksanakan perintahnya. Baginya kata-kata adalah senjata. Dan kata-kata merupakan piranti markering yang sangat masif.

Tetapi peran besar tokoh besar ini adalah sebagai guru bangsa. Ia mempunyai tiga orang siswa yang bernama Soekarno, Moeso, dan Kartosoewirjo. Nantinya, salah satu anak didiknya mengemban amanah yang luar biasa besar. Ia bersama dengan putra-putra bangsa pilihan kemudian melakukan revolusi dan membentuk sebuah negara yang wilayahnya merupakan bekas-bekas kerajaan yang pernah tergabung dalam imperium raksasa bernama Nuswantara. Siswa itu nantinya lebih dikenal dengan sebutan putra sang fajar, yaitu Soekarno.

Ir. Soekarno mempersatukan organisasi-organisasi, kerajaan-kerajaan, dan perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Hindia Belanda. Setelah itu mendeklarasikan kemerdekaan wilayah yang dulu dikuasai oleh kerajaan Belanda ini dengan nama Indonesia. Terkait dengan ekonomi dan pengusaha, presiden pertama ini melakukan nasionalisasi aset besar-besaran dan secara keseluruhan. Ia berharap dengan melakukan nasionalisasi maka pengusaha-pengusaha yang berasal dari Indonesia dapat tumbuh dan berkembang serta dapat berkompetisi di dunia internasional. Harapan itu tentunya untuk mendukung program kerjanya, yakni berdikari (berdiri di kaki sendiri) dalam bidang ekonomi.

Pada masa pemerintahan Soekarno, dunia sedang dilanda perang dingin yang besar. Perang dingin itu terjadi antara Amerika Serikat sebagai blok barat yang merupakan simbol kapitalisme dengan Uni Soviet sebagai blok timur yang merupakan simbol komunisme. Tentu saja hal ini menyebabkan pengusaha Indonesia bingung untuk menentukan pilihan.

Saat itu negara Indonesia menentukan pilihan dengan mendirikan gerakan non blok yang kemudian memunculkan Konferensi Asia Afrika yang sangat legendaris. Tetapi perang dingin di dunia internasional tidak bisa terhindarkan, akhirnya kapitalisme menjadi pemenang. Hal ini sangat mempengaruhi dan menimbulkan gejolak politik serta ekonomi di seluruh negara, termasuk Indonesia.

Setelah pemerintahan Indonesia digantikan oleh Presiden Soeharto, kapitalisme mulai menjadi pijakan dasar sistem perekonomian. Karena itu pengusaha Indonesia mempunyai kekebebasan yang lebih besar bila dibandingkan orde sebelumnya. Kemudian investasi dari dan ke dunia internasional semakin dibuka lebar. Maka tidak heran jika banyak pengusaha atau pun negara yang berinvestasi ke Indonesia.
Salah satu investasi yang sangat terlihat adalah pada industri otomotif, terutama kendaraan pribadi mobil dan motor. Beberapa perusahaan dari Jepang berinvestasi di bidang perbaikan jalan dan bahan bakar. Setelah segala infrastruktur mendukung, maka para pengusaha yang berasal dari Jepang ini kemudian memasarkan produk-produk otomotifnya ke Indonesia. Sehingga sangat wajar jika pangsa pasar otomotif di negara ini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan negeri sakura.

Dengan adanya iklim investasi yang baik, maka roda perekonomian Indonesia bergerak dengan sangat cepat dan dinamis. Keadaan ini sangat menguntungkan, karena telah menciptakan pengusaha-pengusaha kecil yang jumlah dan kualitasnya sangat tinggi. Selain berfungsi dan berperan dalam penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, para pengusaha ini juga membuka segmen pasar yang lebih luas untuk penjualan produk-produk yang berasal dari Indonesia.

Para pengusaha saat ini mempunyai andil dan peran besar terhadap pembangunan bangsa. Sebab di tangan merekalah industri ekonomi kreatif bermunculan. Bahkan kini dengan program keadilan sosial yang lebih dikenal dengan csr, membuat para pengusaha menyatu dengan masyarakat di sekitarnya.

Pengusaha kini menjadi agen pembangunan nasional. Sebab melihat deru peradaban yang semakin menerjang, maka pondasi ekonomi Indonesia harus lebih kuat. Di tangan para pengusaha inilah masa depan ekonomi bisa terbaca. Sebab, bila ingin negara ini menjadi mercusuar dunia maka ekonomi adalah tawaran utama bagi dunia internasional.
  
Read More

Perempuan Bersatu Dan Bangkit!

Penyakit, kesedihan, kelaparan, dan kekerasan, serta bencana alam menjadi suguhan sehari-hari masyarakat modern saat ini. Bahkan kekeringan dan bencana alam pun menyebabkan puluhan juta manusia, baik laki-laki maupun perempuan, orang dewasa maupun anak-anak terkena kelaparan yang dahsyat. Penyakit HIV/AIDS pun melumpuhkan berbagai macam bangsa di dunia. Malaria, Ebola, dan virus lainnya juga berbahaya bagi peradaban.

Akhirnya banyak manusia yang berbondong-bondong yang meninggalkan daerah-daerah tersebut. Mereka mengungsi ke wilayah yang dirasa aman. Sayangnya banyak negara yang menampung dan mengurus pengungsi kewalahan. Hal itu sangat wajar karena banyak bangsa yang berbeda mengungsi di satu negara, sehingga pemerintah tidak mampu menyediakan tempat dan kondisi yang layak untuk hunian.

Dok.Chandra Ekajaya

Perang, penyakit, dan berbagai macam bencana sosial yang sebenarnya diakibatkan oleh manusia itu sendiri kini menjadi penggali kubur bagi manusianya. Banyak wanita dan anak-anak yang mengalami penderitaan lebih berat. Wanita, terutama yang sudah menjadi ibu akan merelakan apa saja untuk keselamatan dan kehidupan anaknya.

Sayangnya, di tempat evakuasi dan pengungsian itu pun masih banyak kejadian yang memperlihatkan bahwa perempuan didiskriminasi sedemikian rupa. Seharusnya posisi perempuan lebih diistimewakan, karena merekalah yang dapat mendidik anak-anaknya supaya kondisi seperti ini tidak terjadi di masa mendatang. Tidak jarang perempuan-perempuan di Afrika dan Timur Tengah dibatasi hingga sedemikian rupa.


Mungkin bagi para penganut sistem patriarki, perempuan adalah makhluk yang sangat berbahaya. Terlebih jika bisa menjadi perempuan yang cerdas dan bijaksana. Maka peradaban seolah-olah terancam. Padahal memang perempuanlah yang dapat mengatasi kondisi itu. Karena masa depan generasi mendatang berada di tangan mereka. Selain itu naluri momong dan keibuan sangat dibutuhkan di era peradaban yang sangat maskulin seperti saat ini.
Read More

Rabu, 12 April 2017

Kontroversi Papanaya Si Obat Penggugur Kandungan



Hai kawan! Sudahkah Anda tahu kalau Toko Obat Siangsong yang berada di Pasar Singkong Jakarta ini telah menyediakan beraneka ragam obat ampuh mulai dari viagra, obat pembesar penis, pembesar payudara, dan berbagai alat seks seperti dildo, dan burung-burungan baik manual maupun elektrik. Toko Obat Siangsong memang sudah berdiri sejak tahun 1934, dimana salah seorang pemiliknya yaitu Tiong Feng, seorang tabib yang kini telah mewariskan racikan dan ilmu pengobatannya sampai saat ini. Kini salah seorang cicitnya melanjutkan bisnisnya tersebut yaitu Chandra Ekajaya. Dengan keahlian yang sama dengan pendahulunya, kini obat-obat racikannya telah merambah ke berbagai tempat dan telah dipatenkan menjadi obat-obat terpercaya serta aman dikonsumsi. Namun, baru-baru ini telah beredar fenomena seks bebas di Indonesia, dimana orang-orang sekolah yaitu pelajar, mahasiswa, dan sebagainya telah melakukan pergaulan bebas tersebut. Melihat fenomena tersebut bertebaranlah solusi berupa obat penggugur kandungan dengan bahasa poster obat telat haid. Sebenarnya hal tersebut sudah lama terjadi di Indonesia, hanya saja ekspos dan kerja media yang lambat menjadikan bisnis tersebut tampak legal serta dianggap sudah biasa. Dengan latarbelakang demikian, Toko Obat Siangsong pun akhirnya menciptakan sebuah formula luar biasa, yaitu dengan membuat obat penggugur kandungan yang diberi nama Papanaya. Papanaya adalah sebuah obat kemasan yang dibanderol dengan harga ekonomis dan bermanfaat untuk menghilangkan sang jabang bayi dengan cara meminumnya, dan tunggu reaksi si bayi akan hilang dari perut Anda. Dengan bahan-bahan non kimia yang dirasa sangat membahayakan, Chandra Ekajaya pun akhirnya meracik obat tersebut menjadi obat yang aman konsumsi. Tidak perlu mengambil resiko karena obat penggugur kandungan tersebut sangat ampuh untuk dikonsumsi.


Kini, Papanaya menjadi salah satu obat penggugur kandungan yang sangat dipercaya oleh para konsumen. Cara menggugurkan kandungan pun sebenarnya bermacam, Chandra Ekajaya pun membocorkan cara membuat obatnya tersebut yaitu dengan cara memakan buah pepaya yang banyak agar dapat menghilangkan isi dalam perut Anda. Anda sendiri pun bisa melakukannya, kenapa harus beli? ujar pengusaha muda tersebut.
Read More